Bangun Toko Tani Maluku di Ambon

Menurutnya, untuk tahun 2018 ini TTC yang  dibangun DKP Maluku masih memfokuskan pada penampungan sejumlah produk pangan hasil petani di wilayah Pulau Ambon.  Di tahun depan TTC akan berkembang menjadi Tokoh Tani Indonesia (TTI) yang akan didanai langsung oleh pemerintah pusat dengan melalui alokasi APBN yang akan dialokasikan ke DKP Provinsi Maluku yang termasuk satu dari 11 daerah yang akan menerima program TTI ini.

“Tahun depan akan ada TTI dan skalanya akan lebih besar, karena akan ditopang dengan sejumlah fasilitasi transportasi, sehingga ke depan kita akan mobile untuk menampung hasil pangan pertani di Maluku. Tahun ini kita memulai dengan TTC Maluku,”urainya.

Pembangunan TTC Maluku di kota Ambon dilakukan untuk menjawab kendala-kendala teknis pemasaran yang selama ini terjadi di Maluku. Misalnya, hasil produksi petani binaan Program SOLID yang tersebar di lima kabupaten se- Maluku, cukup beragam dan memiliki potensi ekspansi pasar yang cukup menjanjikan. 

Dari hasil binaan Program SOLID selama 8 tahun di Maluku, terdapat sejumlah bisnis centre yang sudah dibangun manajemen SOLID di lima kabupaten untuk menampung hasil olahan petani binaan. Baik olahan produk pangan sampai pada produk non pangan yang bernilai ekonomis. Namun, kendala pemasaran sering terjadi, karena rentang kendali dan rantai pemasaran yang terlalu panjang.

“Ada sebanyak 100 lebih desa binaan Program SOLID di Maluku, dan diperkirakan 50 persen dari jumlah itu memiliki komoditi unggulan yang kini dikembangkan. Maka kehadiran TTC Maluku sangat penting untuk mengatasi masalah pemasaran. Belum lagi hasil pertanian yang diperoleh petani di luar Program SOLID,” urai Sangadji.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*