Disentuh “SOLID” Jadi Perajin VCO Di Tihulale

“Saya terkesan dengan urgensi tindakan. Memahami tidaklah cukup. Kita harus mengaplikasikannya. Berharap tidaklah cukup. Kita harus mewujudkannya.” Leonardo da Vinci, Arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia (1452-1519)”

Pesan motivasi hidup dapat ditemukan  dalam kehidupan seorang perajin minyak Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Tihulale,  Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku. Masuknya program SOLID di lima kabupaten se-Maluku, banyak menorehkan kisah sukses petani binaan. Banyak petani miskin yang hidup dalam ketidakpastian, kini mampu berjalan dengan kepala tegak, setelah adanya intervensi program.

Salah satunya adalah Diana.  Sebelum bergabung dalam kelompok binaan program SOLID, petani Tihulale ini tergolong warga yang tidak berdaya. Hidupnya dililit kesulitan ekonomi. Untuk menghidupi keluarga, wanita berusia 40 tahun ini terpaksa menjadi tukang cuci pakaian. Pekerjaan ini dilakukan dengan menerima order dari warga sekiatarnya.

“Sebelumnya saya adalah tukang cuci pakaian. Tenaga saya dicurahkan untuk membantu suami memenuhi nafkah keluarga,” ungkap wanita kelahiran Sanahu 13 Januari 1977 ini.

Beban keluarga yang begitu berat, mendorong Diana harus turun tangan. Apalagi, tanggungjawab mencukupi kebutuhan empat orang anak dia rasakan harus dilakukan. Selain mencuci pakaian, dia juga ikut membantu suami sebagai petani.

Berjibaku dengan rutinitas adalah sebuah keharusan yang dilakukan secara berulang. Maklum, Diana hanya lulusan sekolah dasar dengan pengetahuan terbatas.

Tahun 2014, Diana terdaftar sebagai anggota Kelompok Mandiri, Ewang,  binaan program SOLID. Sejak saat itu, ia aktif mengikuti kegiatan SOLID. Mulai dari kegiatan teknis pertanian hingga kegiatan adminstrasi kelompok.

Pada medio Oktober 2016, Diana bersama beberapa anggota KM di Desa Sanahu dilibatkan oleh Manajemen SOLID Kabupaten SBB, untuk  mengikuti  pelatihan pembuatan minyak VCO di Desa Tihulale.

Peserta pelatihan diajarkan oleh instruktur CV. Sabut Mandiri dari Yogjakarta. Setalah memperoleh pelatihan ketrampilan pembuatan minyak VCO dari pelatihan itu, Diana kemudian mulai mencoba mengaflikasikan hal tersebut dan menjadikannya sebagai objek mata pencaharian dalam kehidupnya. Walhasil, keuletan dan kegigihan Diana membuahkan hasil. Minyak VCO yang dihasilkan secara tradisional mulai dikenalkan kepada khalayak ramai dan dijual ke pasaran.

“Saya mencoba melakukan dengan keyakinan penuh dan akhirnya bisa menghasilkan uang sebagai sumber pendapatan keluarga,” ungkapnya senang.

Usaha pembuatan VCO skala rumahan yang dilakukan Diana, cukup menjanjikan. Dalam sebulan Diana memproduksi VCO  dua  hingga tiga kali. Setiap kali berproduksi, ia membutuhkan sebanyak 25  buah kelapa segar. Bahan baku buah kelapa diperoleh dari warga sekitar dengan harga Rp2.500 per buah. Hasil olahan itu dapat diperoleh dua liter minyak VCO.

VCO hasil produksi Diana dihargai sebesar Rp50.000 per botol ukuran 250 ml. Dalam produksi VCO, waktu yang diperlukan selama 10–15 jam per hari.  Setiap produksi Diana mampu meraup omzet sebesar Rp500.000. Dalam  sebulan  Rp1.500.000.

“Saya  merasa sangat bersyukur bergabung dengan SOLID dan mendapatkan pengetahuan berharga ini,” tandasnya.

Meski mampu keluar dari kemelut finansial yang dihadapi sebelumnya, Diana mengakui masih mengalami beberapa kendala. Salah satunya adalah masalah ketersedian batu zeolit. Batu yang berfungsi menyerap asam lemak bebas dalam VCO, tidak dijual di Maluku, jadi harus dipesan di Pulau Jawa. 

“Saya berharap pengolahan minyak VCO bisa lebih diperhatikan oleh manajemen SOLID, agar proses yang masih bersifat tradisional dapat ditingkatkan dengan penyedian peralatan pendukung modern,” harapnya.

Harapan Diana tidaklah muluk. Kebutuhan minyak VCO makin meluas. Minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar ini, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali. Prosesnya juga dilakukan  tanpa bahan kimia. Penyulingan minyak kelapa seperti ini berakibat kandungan senyawa-senyawa esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh.

Minyak kelapa murni dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri dan jamur. Minyak VCO merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga menghasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, dan daya simpan cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan (Tim SOLID SBB)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*